cewek-dimabukin, Jakarta: Sebuah perusahaan riset pasar Ipsos menyatakan, survei the Global @dvisor Wave 29 dan 31 pada 2012 menyimpulkan Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya lebih aktif bersosialisasi di dunia maya dibanding di dunia nyata.
Survei itu dilakukan terhadap responden yang belum dan sudah menikah.
Survei itu dilakukan terhadap responden yang belum dan sudah menikah.
Managing Director Ipsos di Indonesia, Iwan Murty, dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat (10/8), mengatakan jam kerja yang panjang dan kehidupan yang sibuk sering menghalangi mengangkat telepon untuk ngobrol dengan teman atau meluangkan waktu berkumpul.
Karena itu, teknologi internet dan perangkat komunikasi massa menawarkan solusi yang mudah untuk bersosialisasi dan tetap berhubungan dengan sesama-sekaligus mengakomodasi beberapa percakapan terjadi pada saat yang sama.
"Sebagai generasi internet baru yang dibesarkan bersama teknologi di mana untuk berteman hanya perlu satu klik saja, kami yakin bahwa tren ini akan terus tumbuh," ungkap Iwan Murty.
Menurut Iwan, survei menunjukkan Cina sebesar 42 persen, India pada 34 persen dan Indonesia mencapai 32 persen yang merupakan negara-negara dengan penduduk yang lebih aktif di dunia maya dibandingkan di dunia nyata.
Sebaliknya, Hongaria sebesar sekitar empat persen, Italia sembilan persen, dan Jerman 10 persen merupakan negara dengan penduduk lebih aktif pada dunia nyata dibanding dunia maya, katanya.
Di saat semua aspek kehidupan bergerak di dunia maya, timbul kekhawatiran bahwa apa yang terjadi pada kehidupan sosial di dunia maya dapat merusak kesan dan anggapan atasan atau calon pimpinan terhadap seorang karyawan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar