Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Juli 2014

Kerja Cerdas, Tidak Sekedar Kerja Keras


Kita sering sekali mendengar perkataan bahwa dalam bekerja kita harus selalu kerja sekeras mungkin dan pada akhirnya kerja keras itu akan membuahkan hasil. Ternyata hal itu tidaklah tepat, kita harus kerja cerdas bukan sekedar kerja keras. Namun hanya kerja cerdas juga ternyata adalah salah satu miskonsepsi yang sangat salah, lalu yang manakah yang benar?

Kerja Cerdas, Jangan Kerja Keras?

Kerja cerdas, jangan sekedar kerja keras akan membantu meningkatkan produktivitas Anda
Beberapa dari Anda pasti pernah mendengar nasihat: "Kerjalah dengan Cerdas, Jangan kerja Keras." Pada kenyataannya, nasihat seperti ini adalah salah satu nasihat terburuk yang bisa diberikan seseorang. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kerja dengan cerdas mungkin memberikan Anda kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan juga lebih baik namun itu tidak berarti Anda harus melupakan kerja keras.
Alasan mengapa perkataan seperti ini mucul adalah karena terkadang kita suka bekerja terlalu keras dan melupakan apa itu yang dimaksud dengan waktu pribadi. Apalagi jika kita sudah memulai startup atau perusahaan sendiri, waktu pribadi seakan-akan sudah tidak pernah terlihat. Salah satu definisi dari bekerja cerdas di sini adalah agar kita menyadari saat dimana kita telah bekerja terlalu keras dan mengetahui kapan waktunya istirahat untuk mendapatkan kembali produktivitas yang maksimal.

Kerja Cerdas

Bekerja 15 jam dalam 1 hari tidaklah dapat dikatakan sebagai sebagai kerja dengan cerdas. Sibuk itu bukanlah sesuatu yang dapat dibanggakan. Apabila kehidupan Anda terlalu sibuk dengan kerja dan kerja tanpa adanya waktu pribadi maka itu berarti ada yang salah dalam cara Anda bekerja. definisi dari bekerja dengan cerdas di sini adalah mencari pola kerja yang membuat Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan dalam waktu sesingkat dan juga sebaik mungkin, serta tahu kapan waktunya untuk istirahat baru bekerja lagi. Berikut ini tips untuk berkerja dengan pintar.

1. Sering-seringlah Istirahat

Salahsatu tips dalam bekerja cerdas adalah sering-seringlah istirahat
Tubuh manusia itu dapat diibaratkan seperti baterai, kita tidak dapat bekerja dalam waktu lama tanpa adaya istirahat. Seiring berjalannya waktu maka produktivitas kita akan semakin menurun, kelelahan akan mulai terasa, dan konsentrasi akan semakin memburuk. Semua itu mengarah ke waktu kerja yang lebih lama dan kualitas kerja yang menurun.
Rata-rata, otak manusia itu dapat fokus selama 90 menit dan kemudian membutuhkan waktu istirahat 20 menit sesudah itu sebelum kembali bekerja lagi. Dengan selang itirahat itu maka setiap kali kita kembali bekerja, pikiran dan perhatian kita akan selalu berada dalam kondisi yang fit. Istirahat ini sendiri merupakan salah satu ide utama dari bekerja dengan cerdas.
Ada banyak cara untuk menyegarkan kembali pikiran kita dimulai dari olahraga ringan seperti meregangkan tubuh, berjalan-jalan, dan juga tidur siang. Cara tidur siang ini adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas.

2. Manajemen Waktu

Dengan adanya manajemen waktu dan tugas maka itu berarti Anda telah bekerja dengan pintar
Manajemen atau scheduling mungkin bukan bidang Anda, tapi percayalah bahwa dengan adanya manajemen waktu maka Anda akan dapat menerapkan apa yang dimaksud bekerja dengan cerdas. Tanpa adanya manajemen waktu atau time scheduling ini kita tidak tahu secara jelas tugas-tugas apa yang harus kita selesaikan pada hari itu dan terus mengejar penyelesaian project. Hal itulah yang mengarah ke kerja yang terlalu keras dan kualitas kerja menurun.
Dengan adanya manajemen waktu Anda dapat mengetahui apakah tugas pada hari itu sudah Anda selesaikan, jika iya, maka Anda bisa beristirahat sejenak dan barulah bekerja kembali untuk mencoba menyelesaikan tugas di keesokan harinya. Beban dari rasa dikejar-kejar waktu juga akan tidak terasa lagi.

3. Ketahui Pola Kerja Yang paling Cocok untuk Anda

Ketahui metode kerja yang paling cocok untuk Anda agar Anda dapat bekerja dengan cerdas bukan sekedar keras
Bekerja dengan cerdas juga berarti dengan pintar mengetahui tahapan kerja atau pola kerja seperit apa yang paling cocok untuk Anda. Seperti mengetahui apa yang menyebabkan Anda suka mengulur-ngulur waktu, cara terbaik untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, gaya kerja yang cocok untuk Anda, dan banyak lainnya.

4. Katakan 'Tidak' Pada Pekerjaan Yang Buruk

Apabila Anda ditawarkan sebuah pekerjaan yang buruk, cobalah untuk katakan tidak
Sering sekali kita mendengar perkataan bahwa dalam bekerja kita tidak dapat banyak memilih. Itu tidak berarti bahwa kita harus menerima semua pekerjaan begitu saja. Apabila Anda mendapatkan pekerjaan dengan batas waktu yang buruk dan kemungkinan pengembangan yang buruk, maka katakanlah 'tidak.' Seburuk-buruknya cobalah untuk bernegosiasi kembali jika Anda tidak bisa menolaknya.

5. Ketahui Saatnya Untuk Berhenti

Ketahulah kapan saatnya Anda harus sudah mulai berhenti dari pekerjaan Anda, beristirahat, dan kembali bekerj lagi
Kesehatan diri kita juga menentukan integritas kerja kita. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, dengan memaksakan diri untuk bekerja terlalu keras tanpa melupakan istirahat  maka itu akan menyebabkan kita lebih rentan akan kesalahan. Sadarilah apabila Anda sudah bekerja terlalu lama, seperit contohnya jika dalam sebuah pekerjaan standar Anda membutuhkan waktu yang lebih lama maka itu berarti sudah saatnya Anda beristirahat.
Ingatlah bahwa walaupun di sini kita membicarakan tentang bekerja dengan cerdas namun jangan lupakan juga kerja dengan keras. Dampingilah kerja keras tersebut dengan kerja secara cerdas sehingga kemungkinan kesuksesan Anda juga akan lebih mungkin tercapai.



sumber | digali.blogspot.com

Sabtu, 05 Juli 2014

7 Orang BODOH Paling Sukses di Dunia


Jika kalian berpikir kalian bodoh dan khawatir dengan masa depan, rasanya tokoh-tokoh berikut akan sangat bisa menjadi inspirasi buat  kita. Berikut tujuh orang bodoh yang sangat sukses di dunia.

1. Adam Khoo

 

Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV. Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.

Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta. Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

2. Albert Einstein

Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

3. Aristotle Onassis

Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:

"Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang."

Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.

4. Thomas Alva Edison

Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah. Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

5. Chris Gardner

Sudah pernah nonton film atau baca buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan tinggi tapi dia terus berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

6. Ludwig Van Beethoven

Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis masyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.

7. Louis Braille

Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa membaca. (apasih)

Label